TPS Siapkan Strategi Operasional Hadapi Lonjakan Lebaran 1447 H

Rabu, 04 Maret 2026 | 16:07:03 WIB
TPS Siapkan Strategi Operasional Hadapi Lonjakan Lebaran 1447 H

JAKARTA - Lonjakan distribusi barang menjelang Idul Fitri selalu menjadi momen krusial bagi pengelola pelabuhan. 

Arus petikemas cenderung meningkat seiring kebutuhan logistik nasional yang melonjak. Dalam situasi tersebut, kesiapan operasional menjadi faktor utama agar aktivitas bongkar muat tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti. 

Menghadapi Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas layanan melalui langkah antisipatif yang terencana.

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapan operasional menghadapi periode Idul Fitri 1447 Hijriah melalui serangkaian langkah antisipatif yakni pengaturan sandar kapal, kesiapan peralatan, penguatan sumber daya manusia (SDM), dan koordinasi lintas stakeholder.

Langkah tersebut dirancang agar seluruh proses operasional tetap terkendali meskipun terjadi peningkatan trafik. Fokus utama diarahkan pada efisiensi waktu sandar, kelancaran arus kontainer, serta penguatan koordinasi antarinstansi terkait.

Koordinasi Lintas Stakeholder

Koordinasi intensif dibangun bersama Bea Cukai, Karantina, Kepolisian serta pelaku usaha terkait untuk memastikan layanan terminal tetap berjalan tanpa hambatan sepanjang periode puncak.

Sinergi ini bertujuan mengantisipasi potensi kendala administratif maupun teknis. Dengan komunikasi yang solid, proses pemeriksaan, perizinan, hingga distribusi kontainer dapat berlangsung lebih cepat dan tertib.

“Kami menata jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi agar aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” kata Senior Vice President Operasi Terminal Petikemas Surabaya Didik Kurniawan.

Penataan jadwal sandar menjadi kunci agar tidak terjadi antrean kapal di dermaga. Ketepatan waktu menjadi prioritas untuk menjaga ritme operasional tetap stabil selama periode Lebaran.

Optimalisasi Sistem dan Peralatan

TPS menerapkan Berth Allocation Strategy guna mempercepat proses sandar dan bongkar muat, serta mengoptimalkan pemanfaatan Integrated Planning and Control (PnC) sebagai pusat koordinasi operasional.

Strategi ini memungkinkan alokasi dermaga dilakukan secara lebih efisien dan terukur. Sementara sistem Integrated Planning and Control (PnC) berperan sebagai pusat kendali yang mengoordinasikan seluruh aktivitas terminal.

Perusahaan juga menyiapkan peralatan bongkar muat, termasuk pengoperasian Electrical Rubber Tyred Gantry (E-RTG) baru, untuk mendukung kelancaran arus receiving dan delivery, ujar dia.

Pengoperasian E-RTG baru menjadi bagian dari penguatan kapasitas. Dengan dukungan alat modern, proses penanganan kontainer di lapangan penumpukan dapat berlangsung lebih cepat dan presisi.

Penguatan Internal dan Mitigasi Lonjakan

Penguatan kesiapan internal, menurut dia, dilakukan melalui optimalisasi tenaga kerja, sarana dan fasilitas, pengaturan traffic control dan penegakan standar keselamatan kerja (HSSE).

Optimalisasi tenaga kerja memastikan ketersediaan personel yang memadai selama periode puncak. Di sisi lain, pengaturan lalu lintas internal terminal dan penerapan standar keselamatan kerja menjadi prioritas demi menjaga keamanan operasional.

Sebagai bagian dari mitigasi lonjakan aktivitas, ia mengatakan TPS menyusun forecast Berth Occupancy Ratio (BOR) dan Yard Occupancy Ratio (YOR).

Proyeksi BOR dan YOR membantu manajemen memantau tingkat kepadatan dermaga dan lapangan penumpukan. Dengan data tersebut, langkah penyesuaian dapat dilakukan lebih awal sebelum terjadi kepadatan berlebih.

TPS juga akan menyiapkan pengaturan lapangan penumpukan melalui penggunaan Flexible Block, buffer block hingga pemanfaatan blok tambahan seperti W1–W4 dan area railway.

Penggunaan Flexible Block dan buffer block memberikan fleksibilitas dalam pengaturan kontainer. Penambahan blok W1–W4 dan area railway menjadi solusi tambahan untuk menjaga kapasitas tetap memadai.

Pelaksanaan Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) pun akan dilakukan bekerja sama dengan Bea Cuka dan depo PLP.

Kolaborasi ini memungkinkan distribusi kontainer dilakukan secara lebih merata sehingga beban di area utama tidak menumpuk secara berlebihan.

Kondisi Terkini dan Komitmen TPS

Saat ini, lanjutnya, kondisi YOR TPS masih dalam batas aman yakni rata-rata 50,7 persen dengan YOR impor 47,86 persen dan YOR ekspor 53,61 persen.

Angka tersebut menunjukkan kapasitas lapangan penumpukan masih terkendali. Dengan kondisi yang relatif aman, TPS memiliki ruang untuk mengakomodasi peningkatan arus barang menjelang Idul Fitri.

Didik menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui pelayanan terminal yang aman, terukur dan responsif, terutama pada periode Lebaran.

Komitmen tersebut menegaskan posisi TPS sebagai simpul penting dalam rantai pasok nasional. Dengan perencanaan matang, optimalisasi sistem, kesiapan peralatan, serta koordinasi lintas instansi, TPS berupaya memastikan operasional tetap lancar sepanjang periode Idul Fitri 1447 Hijriah.

Terkini