JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengenang jasa Wakil Presiden Ke-6 RI, Try Sutrisno, sebagai salah satu sosok pemimpin militer yang memberi inspirasi bagi generasi muda.
Saat ditemui di kediaman almarhum di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, Luhut menceritakan sejumlah pengalaman pribadi yang membuktikan keteladanan dan patriotisme Try Sutrisno ketika masih menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Luhut menegaskan, salah satu momen penting adalah kehadiran langsung Try Sutrisno saat pembentukan Satuan Den-81 Kopassus, salah satu pasukan elit TNI AD. “Beliau datang sendiri, tidak diwakilkan. Itu menunjukkan kepedulian dan komitmen beliau terhadap pasukannya,” kata Luhut.
Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan kepemimpinan yang rendah hati, walaupun Try Sutrisno telah memiliki pangkat bintang empat.
Tak hanya itu, Luhut juga mengenang momen ketika Try Sutrisno ikut meninjau latihan perang bersama pasukan Inggris di pegunungan. “Latihan bersama dengan Inggris, beliau jadi KSAD. Ya, beliau naik gunung.
Ya itu, keteladanan. Beliau bintang 4 masih mau naik gunung,” ujarnya. Bagi Luhut, pengalaman ini menunjukkan bahwa Try Sutrisno tidak hanya memimpin dari meja kerja, tetapi juga terjun langsung, berbagi risiko, dan memahami kondisi pasukan di lapangan.
Patriotisme dan Nasionalisme Tinggi
Menurut Luhut, keteladanan Try Sutrisno bukan hanya soal keberanian fisik, tetapi juga integritas dan dedikasi terhadap negara. “Sikap beliau menegaskan jiwa patriotisme yang sangat besar dan nasionalisme tinggi.
Ini contoh yang harus terus diwariskan,” kata Luhut. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, penting untuk diterapkan oleh generasi muda penerus bangsa, khususnya bagi mereka yang berkecimpung dalam bidang militer maupun pemerintahan.
“Ketangguhan, kejujuran, patriotisme. Saya kira itu yang harus diwarisi oleh generasi muda,” tegas Luhut.
Pernyataan ini menekankan pentingnya menanamkan nilai kepemimpinan yang etis dan tanggung jawab sosial, bukan hanya sekadar mengejar karier atau pangkat. Luhut menilai bahwa figur Try Sutrisno menjadi teladan bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia.
Mengenang Perjalanan Militer Try Sutrisno
Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang aktif dan disiplin selama bertugas di TNI AD. Peninggalannya tidak hanya tercatat dalam sejarah militer, tetapi juga dalam pembangunan karakter para prajurit muda.
Saat menjadi KSAD, ia memperkenalkan pendekatan kepemimpinan yang inklusif, memberikan kesempatan bagi pasukan untuk berkembang, sekaligus menekankan loyalitas dan dedikasi terhadap tugas negara.
Luhut menekankan bahwa pengalaman langsung bersama pasukan Inggris memberikan nilai tambah bagi Try Sutrisno.
Latihan militer internasional tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan strategis TNI AD, tetapi juga membuktikan komitmen Try Sutrisno untuk selalu berada di garis depan bersama prajuritnya. Menurut Luhut, pengalaman seperti ini sangat jarang ditemui pada pemimpin setingkat bintang empat.
Kabar Wafat dan Proses Pemakaman
Try Sutrisno wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Senin pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.
Informasi ini pertama kali disebarkan melalui pesan berantai atas nama keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang kemudian dibenarkan oleh pejabat Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Jenazah almarhum akan dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Proses pemakaman dijadwalkan akan dilakukan sesuai protokol militer dan keagamaan yang berlaku, dengan penghormatan tertinggi terhadap jasa-jasa Try Sutrisno selama mengabdi pada bangsa.
Masyarakat diimbau untuk memberikan penghormatan dengan cara yang tertib, menghormati keluarga, dan mengikuti informasi resmi mengenai prosesi pemakaman. Kepergian Try Sutrisno juga menjadi momen refleksi bagi masyarakat mengenai nilai-nilai kepemimpinan, patriotisme, dan pengabdian tanpa pamrih bagi negara.
Warisan Kepemimpinan untuk Generasi Muda
Bagi Luhut, kenangan bersama Try Sutrisno bukan sekadar nostalgia, tetapi juga menjadi pedoman bagi generasi muda dalam membangun karakter kepemimpinan. Nilai-nilai seperti disiplin, integritas, kejujuran, dan keberanian menjadi modal penting bagi mereka yang ingin menapaki karier militer atau publik.
“Generasi muda perlu belajar dari contoh nyata, bukan hanya teori. Keteladanan Try Sutrisno harus dijadikan referensi bagi semua yang ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ungkap Luhut.
Dengan mengenang jasa Try Sutrisno, diharapkan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap negara tetap hidup dalam hati para penerus bangsa.
Try Sutrisno meninggalkan catatan penting dalam sejarah TNI AD, mulai dari pembentukan pasukan elit Den-81 Kopassus, partisipasi aktif dalam latihan internasional, hingga nilai-nilai kepemimpinan yang mengutamakan keberanian, ketekunan, dan patriotisme.
Kepergiannya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menghargai jasa pahlawan nasional yang masih hidup maupun yang telah wafat.