Tips Cerdas Belanja Online Selama Ramadhan Agar Tidak Mubazir

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:34:06 WIB
Tips Cerdas Belanja Online Selama Ramadhan Agar Tidak Mubazir

JAKARTA - Memasuki bulan Ramadhan, aktivitas belanja masyarakat cenderung meningkat. 

Kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan pokok, produk kesehatan, hingga busana Lebaran, biasanya masuk ke daftar belanja. Di sisi lain, berbagai platform e-commerce berlomba menawarkan promo besar yang menjadi godaan tersendiri bagi konsumen, terutama mereka yang gemar berbelanja online. 

Tanpa perencanaan matang, tren belanja ini berpotensi memicu pembelian impulsif. Padahal, semangat Ramadhan menekankan pengendalian diri, kesederhanaan, dan hidup lebih bijak.

Belanja online yang terkendali tidak hanya mengurangi risiko mubazir, tetapi juga menjaga keseimbangan keuangan. 

Dengan strategi yang tepat, masyarakat tetap bisa memanfaatkan promo dan memenuhi kebutuhan tanpa membeli barang yang tidak diperlukan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk berbelanja online dengan bijak selama bulan Ramadhan.

Menyusun Wishlist Berdasarkan Prioritas

Sebelum membuka aplikasi belanja, langkah pertama adalah menyusun daftar kebutuhan. Pisahkan antara kebutuhan pokok dan keinginan tambahan. 

Kebutuhan prioritas biasanya mencakup stok bahan makanan untuk sahur dan berbuka, produk kesehatan untuk menjaga stamina, perlengkapan ibadah, hingga anggaran berbagi seperti zakat, infak, atau paket sembako.

Membuat wishlist jelas membantu konsumen terlindungi dari godaan diskon besar atau flash sale yang sering muncul menjelang Lebaran. Dengan daftar kebutuhan yang tertata, keputusan membeli menjadi lebih rasional dan terarah. Barang yang tidak ada dalam daftar prioritas sebaiknya dihindari untuk mencegah pemborosan.

Dahulukan Kesehatan dan Kebutuhan Rumah Tangga

Perubahan jam makan dan pola istirahat saat puasa membuat tubuh memerlukan adaptasi. Suplemen atau produk nutrisi tambahan dapat dipertimbangkan, namun belanja harus tetap sesuai kebutuhan. Jangan tergiur promo hingga menimbun barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Begitu juga dengan bahan makanan, hitung estimasi konsumsi agar tidak berlebihan. Belanja bijak berarti meminimalkan food waste, selaras dengan prinsip kesederhanaan yang ditekankan di bulan suci. 

Mengatur pembelian bahan pokok sesuai kebutuhan nyata akan mengurangi kemungkinan terbuangnya makanan dan membantu pengeluaran tetap terkendali.

Tetapkan Anggaran Khusus Ramadhan

Memisahkan anggaran rutin bulanan dari pengeluaran musiman Ramadhan dan Lebaran sangat penting. 

Idealnya, buat pos khusus untuk konsumsi sahur dan berbuka, kebutuhan mudik, busana Lebaran, zakat dan sedekah, serta bingkisan. Dengan batas anggaran yang jelas, promo dan diskon dapat dimanfaatkan tanpa khawatir kondisi keuangan terganggu.

Anggaran yang terencana membantu menentukan prioritas belanja dan menghindari pengeluaran impulsif. Konsumen bisa memanfaatkan promo secara rasional, membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, dan tetap menepati target pengeluaran Ramadhan. Strategi ini juga membuat belanja lebih nyaman karena tidak menimbulkan tekanan finansial setelah Lebaran.

Manfaatkan Promo Secara Rasional

Berbagai kampanye diskon dan program khusus kerap muncul menjelang Ramadhan dan Idulfitri, salah satunya Pay Day yang digelar platform e-commerce besar. 

Indra Perdana, Head of Campaign Blibli, menjelaskan bahwa kebutuhan pelanggan selama Ramadhan biasanya lebih beragam dalam waktu bersamaan. Promo dirancang agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dengan praktis dan nyaman.

Meski begitu, konsumen tetap perlu selektif. Promo hanya menguntungkan jika barang sudah masuk wishlist, harga setelah diskon kompetitif, dan produk memiliki ulasan baik. Diskon besar tidak selalu berarti hemat bila barang yang dibeli tidak dibutuhkan. Belanja cerdas memerlukan pertimbangan matang agar setiap transaksi memberikan nilai nyata bagi kebutuhan sehari-hari.

Berbagi dan Belanja Busana Secukupnya

Ramadhan identik dengan semangat berbagi. Membeli paket sembako atau hampers secara online bisa menjadi cara praktis untuk menyalurkan kebaikan. Agar tidak mubazir, isi paket sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penerima, hindari kemasan berlebihan, dan periksa tanggal kedaluwarsa. 

Beberapa platform juga menyediakan program donasi atau pengumpulan pakaian layak pakai sebagai alternatif berbagi berkelanjutan.

Keinginan tampil baru saat Lebaran wajar. Namun, sebelum membeli busana baru, cek kembali isi lemari. Pilih model timeless yang bisa dipakai berbagai kesempatan dan mudah dipadupadankan. 

Dengan pendekatan ini, penampilan tetap menarik tanpa konsumsi berlebihan. Strategi ini menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi, tren fashion, dan pengelolaan keuangan.

Kemudahan belanja online memang membantu memenuhi kebutuhan Ramadhan secara cepat. Tanpa kontrol, kemudahan itu bisa berubah menjadi pemborosan.

Menyusun wishlist, menetapkan anggaran, memanfaatkan promo secara rasional, serta membeli busana dan kebutuhan berbagi secukupnya membuat Ramadhan lebih tenang dan pengeluaran lebih bijak. 

Esensi bulan suci bukan terletak pada jumlah barang yang dibeli, melainkan kemampuan mengelola rezeki dengan bijak dan penuh kesadaran.

Terkini